Iklan 1

Thursday, 11 March 2021

SAMBUNG SAMPING JAMBU BIJI (GUAVA SIDE GRAFTING)

BELAJAR TEKNIK SAMBUNG SAMPING JAMBU BIJI 

(GUAVA SIDE GRAFTING)


Para pecinta tanaman buah, khususnya TABULAMPOT, tentu sudah tidak asing dengan teknik perbanyakan tanaman yang satu ini. Ya. Teknik sambung samping sangat efektif dalam perbanyakan tanaman secara vegetatif. 

Ada beberapa keuntungan apabila tanaman kita perbanyak dengan teknik sambung samping, diantaranya:

  1. Perakaran yang kuat (bila batang bawah hasil semai biji)
  2. Masa  berbuah relatif serempak karena entres telah dewasa dan diambil dari indukan berkualitas 
  3. Bisa dijadikan tabulampot sekaligus penghias halaman rumah (karena meskipun tajuk masih kecil sudah mulai berbuah
  4. Bisa menyambung seedling berukuran besar dengan entres kecil
  5. Sangat baik digunakan ketika hendak mengganti varietas tanaman buah yang sudah kurang produktif atau dianggap sudah tidak populer

A. Alat/Tools


    Setiap alat yang disiapkan mempunyai kegunaan tersendiri:
  • Gunting stek digunakan untuk memotong batang bawah atau entres yang berukuran besar. Beberapa kelebihan gunting stek dalam memotong adalah dari segi keamanan sewaktu digunakan dan tidak membutuhkan tenaga yang ekstra (praktis), hal ini tentu saja berbeda ketika kita menggunakan pisau yang membutuhkan  posisi pegangan yang tepat, aman dan nyaman serta tenaga yang kuat.

B. Bahan

    *Syarat: Diameter entres yang digunakan harus lebih kecil daripada diameter seedling


C. Langkah Pengerjaan
    




  1. Potong seedling pada ketinggian sekitar 15-20 cm dari permukaan media tanam
  2. Buka kulit seedling sepanjang 3-5 cm (apabila kulit susah dikelupas maka sayat kulit dari atas ke bawah, usahakan kambium tidak banyak terkikis), kemudian potong kulit yang terbuka dan sisakan sekitar o,5-1cm (sebagai penyangga pangkal entres)
  3. Sayat miring entres yang telah disiapkan (panjang sayatan dibuat sama atau lebih pendek dari bukaan kulit seedling)
  4. Tempelkan entres pada bukaan kulit seedling sehingga bidang sayatan melekat pada kambium batang seedling
  5. Lakukan pelilitan pada titik sambung dan diakhiri dengan ikatan/kuncian
  6. Sungkup (bila cuaca sangat panas sungkup perlu diikat, apabila cuaca adem maka tidak usah diikat.


DOKUMENTASI FOTO HASIL SAMBUNG SAMPING


 Pertautan telah sempurna




BUAH MULAI MATANG


MINIM BIJI
Salah satu keunggulan jambu krista adalah kandungan biji buahnya relatif sedikit bila dibandingkan dengan varietas jambu biji lainnya, selain itu tekstur daging buahnya lebih renyah.








Monday, 8 March 2021

SAMBUNG SISIP JAMBU AIR

 MARI BELAJAR SAMBUNG SISIP JAMBU AIR

Para penggemar tabulampot, petani yang sedang belajar cara memperbanyak tanaman, atau pehobi tanaman buah, atau anda yang memiliki tanaman kesayangan di pekarangan, salah satu cara perbanyakan bibit Jambu Air yang cukup mudah kita lakukan adalah SAMBUNG SISIP.

A. Sekilas tentang Sambung Sisip

    Sambung sisip merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman        secara vegetatif (perbanyakan tanaman tanpa melalui biji). Pada        dasarnya, sambung sisip dilakukan dengan cara menyisipkan atau     menyusupkan entres pada bukaan kulit batang bawah. Hal yang        membedakan antara sambung pucuk dengan sambung sisip adalah     pada sambung pucuk batang bawah (seedling) dipotong langsung     sewaktu penyambungan, sedangkan pada sambung sisip                    pemotongan batang bawah dilakukan setelah entres menunjukkan     tanda-tanda keberhasilan penyambungan berupa pertumbuhan            tunas.

B. Alat dan Bahan


    1. Pisau yang tajam dan bersih (bila perlu disterilkan)

    2. Tali plastik

    3. Pohon indukan sebagai sumber entres (sehat, teruji kualitasnya)

    4. Batang bawah (sehat, subur dan pertumbuhan normal)

C. Langkah-langkah penyambungan



  • Siapkan batang bawah dan entres terpilih (diameter minimal 1 cm)
  • Diameter entres harus lebih kecil daripada diameter seedling
  • Entres dipotong sesuai kebutuhan ( 1 buku, 2 buku atau 3 buku tergantung panjang ruas)
  • Sayat miring memanjang di satu sisi, sisi yang lain dipotong seperlunya untuk menghilangkan memar sewaktu penyayatan sisi pertama



  • Pilih permukaan batang seedling yang dianggap sempurna untuk bidang penyambungan (bidangnya mendekati kelengkungan entres)
  • Buat dua torehan memanjang dari atas ke bawah (membentuk angka 11 dengan jarak kedua torehan sedikit lebih besar dari diameter entres), panjang torehan dibuat lebih panjang dari sayatan pada entres
  • Kerat ujung atas torehan lalu kelupas kulit  ke arah bawah (jepit kulit batang di antara ibu jari dan mata pisau)
  • Potong hasil bukaan kulit dan sisakan sedikit (sebagai penyangga sekaligus penutup pangkal entres)
  • Tempelkan permukaan entres yang disayat memanjang pada kambium batang bawah dengan akurat (permukaan sayatan melekat pada kambium sehingga tidak ada celah)


  • Tutup dan lilit titik sambungan dimulai dari bawah ke atas   dengan tali plastik dan lakukan pengikatan (penguncian)
  • Lanjutkan pelilitan hingga seluruh bagian entres tertutup sempurna (berfungsi sebagai sungkup sekaligus pencegah masuknya udara atau air dari luar)
  • Simpan hasil sambungan di tempat yang aman dari kemungkinan adanya benturan
  • Kelembaban tanaman selama pertautan sambungan harus dijaga, apabila media tanam terlalu kering maka ada kemungkinan entres menjadi kering dan mati, begitu pula sebaliknya, bila kelembaban terlalu tinggi maka ada kemungkinan entres membusuk
  • Apabila setelah 3 minggu entres masih segar maka kemungkinan besar penyambungan berhasil
  • Pembukaan tali lilitan dapat dilakukan apabila entres sudah memunculkan tunas, lilitan dibuka akan tetapi tidak seluruhnya, kuncian atau ikatan tidak dilepas
  • Pemotongan seedling dilakukan apabila tunas telah tumbuh minimal 5 cm (pemotongan bisa dilakukan sekaligus atau bertahap dengan menyayat setengah diameter batang bawah dengan jarak kurang lebih 10 cm di atas titik sambung)
  • Selamat mencoba
D. Faktor Penentu (sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan)
    Segala sesuatu yang kita jalani tidak pernah terlepas dari izin Yang Maha Kuasa, akan tetapi dari segi     lahiriah pun kita wajib berusaha. Berikut ini adalah sebagian dari faktor-faktor yang mempengaruhi     tingkat keberhasilan penyambungan
  1. Kualitas seedling (gunakan seedling  yang pertumbuhannya normal, pertumbuhan kambium sedang aktif, terbebas dari bibit penyakit serta cukup umur,diameter batang minimal 1cm, mekin besar makin bagus)
  2. Perlakuan terhadap entres (kesehatan entres, pemupukan pra-sambung, kondisi cuaca saat pengambilan, cara kemas sewaktu pengangkutan)
  3. Alat pemotong dan pisau yang digunakan
            a. Ketajaman (sangat menentukan keberhasilan karena pisau yang tajam dan tipis menghasilkan                 bidang hasil sayatan yang halus dan rata)
            b. Kebersihan (alat harus terbebas dari kotoran berupa tanah, minyak, debu, pestisida, dll)
            c. Sterilitas/tingkat keterbebasan dari patogen (virus, bakteri, jamur)
            d. Ketelitian penyambung saat pengerjaan (kebersihan tangan, keapikan penyayatan, tekanan                     sewaktu pengikatan, hindari perubahan posisi berulang-ulang saat penempatan entres karena                  dapat membuat kambium tanaman tertentu cepat kering atau teroksidasi oleh oksigen di                         udara bebas)
       4. Perlakuan pascasambung 
            Selama proses pertautan tanaman ada beberapa hal yang harus kita perhatikan, di antaranya:
    1. Sebaiknya tidak melakukan penyemprotan pupuk cair atau  pestisida terutama yaang berbahan kimia. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari cipratan/resapan pupuk/pestisida kimia pada titik luka sambungan karena bisa berakibat fatal (mati jaringan)
    2. Perhatikan waktu/musim penyambungan karena berkaitan serat dengan suhu, kelembaban, pencahayaan. Beberapa tanaman sangat sensitif terhadap kelembaban berlebih ataupu kekeringan. 



DOKUMENTASI FOTO HASIL SAMBUNG SISIP


PEMOTONGAN BATANG BAWAH

Proses pemotongan batang bawah dan pindah tanam (transplantasi)
  • Pada proses sambung sisip terkadang tumbuh akar pada bidang sambungan, hal ini wajar karena batang bawah yang dibuka kulitnya mendapat kelembaban saat luka tersebut terbungkus tali lilitan entres. Akar tersebut kita buang saja karena tidak akan berpengaruh ataupun mengganggu pertumbuhan tunas entres. 
  • Setelah batang bawah dipotong kita juga bisa sekaligus mengganti media tanam baru dan polybag yang berukuran lebih besar. Hal ini dilakukan agar tanaman hasil sambung mendapat nutrisi yang memadai sehingga pertumbuhan lebih optimal.
  • Apabila pemotongan batang bawah dilakukan pada saat tunas entres masih kecil, maka perlu mendapat perhatian lebih. Entres yang masih berukuran kecil sangat rawan patah ataupun terserang hama pengganggu, selain itu tunas yang nasih kecil terkadang tidak tahan terhadap perubahan suhu dan kelembaban. Maka salah satu cara yang dapat kita lakukan adalah dengan melakukan penyungkupan dan meletakan tanaman di bawah naungan.

Pertumbuhan entres pada usia kurang lebih 1 bulan 
pasca penyambungan

Batang bawah tidak langsung dipotong dan dibiarkan tumbuh untuk beberapa waktu 
agar pertumbuhan lebih optimal selama tunas entres belum memiliki daun dewasa.




Jangan coba menahan bila Anda ingin  senyum-senyum sendiri!

Coba tatap lekat tunas yang baru muncul itu, anggap tanaman ini  milik Anda.
Bagi saya, ia seperti mengajak tersenyum dan berkata :
" Hi.... Nice to meet you....!"






Saturday, 6 March 2021

BELAJAR SAMBUNG SUSU TANAMAN MANGGA/ MANGGO APPROACHING GRAFTING

 SAMBUNG SUSU TANAMAN MANGGA


Pada postingan yang kedua ini saya bermaksud untuk berbagi pengalaman saya tentang teknik SAMBUNG SUSU TANAMAN MANGGA.

Pada sambung susuan, batang atau cabang dari pohon induk yang hendak kita turunkan tidak dipotong langsung seperti halnya pada sambung pucuk, akan tetapi batang bawah dan cabang pohon yang kita siapkan diberi perlakuan sayatan khusus untuk kemudian ditautkan atau direkatkan supaya seiring pertumbuhan kambium kedua permukaan luka hasil sayatan dapat menyatu. Selama proses pertautan, batang bawah mendapat suplai makanan (hasih fotosintesis) dari cabang pohon indukan (menyusu). Setelah pertautan luka menyatu dengan kuat, maka cabang pohon induk yang kita sambung dapat dipotong kira-kira 10 cm dari titik sambungan. Pemotongan bisa dilakukan sekaligus maupun secara berangsur.

Nah, sobat pecinta tanaman buah khususnya Tabulampot yang ingin tanaman kesayangannya cepat berbuah maka salah satu cara mendapatkan bibit yang baik adalah dengan teknik SAMBUNG SUSU.

Bagi para master Perbanyakan tanaman pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah SAMSU, namun bagi para pemula seperti saya SAMSU merupakan hal yang unik dan layak untuk digeluti.

Baik sobat, mari kita mulai pembahasan!

A. Alat

    Alat-alat yang dibutuhkan untuk proses menyambung susu tanaman dapat dilihat pada gambar di            bawah ini :



    1. Pisau yang tajam (bila perlu disterilkan dengan alkohol)

    2. Tali plastik (plastik es atau plastik kemasan minyak goreng curah yang dipotong menyerupai pita)

    3. Kantong pastik minyak (kondisi utuh)

    4. Tali pengikat (rafia atau kain yang lentur dan kuat)


B. Bahan

    1. Batang bawah/rootstock/seedling (bibit dari biji)
    2. Pohon indukan (telah berbuah minimal 3 kali)
    3. Media tanam pengganti  (bahan porous, ringan, bila diperlukan)

C. Langkah kerja
    1. Perlakuan batang bawah


Media tanam yang berat diganti, batang bawah dipotong 
dan disisakan sekitar 15 - 20 cm

    2. Penyambungan
        
        
  • Pilih cabang pada pohon induk yang diameternya hampir sama dengan diameter batang bawah (bila cabang pohon induk terlampau besar maka batang bawah yang disusukan bisa lebih dari 1)
  • Sayat miring batang bawah pada kedua sisi berlawanan (salah satu sayatan dibuat lebih miring dan lebih panjang dibanding sayatan yang lain)
  • Buat sayatan membentuk hhuruf "V" miring terbalik pada cabang pohon induk
  • Selipkan batang bawah yang telah dibentuk pada bukaan batang atas, usahakan bagian cabang pohon induk yang menyerupai lidah menutup luka sayatan pada batang bawah (bagian ini adalah sebagian dari titik penting penyaluran hasil fotosintesis dari daun cabang pohon indukan)
  • Tutup rapat dan lilit titik sambungan dengan tali plastik dimulai dari bawah ke atas kemudian kembali ke bawah (meniru sistem sirap atau genting dengan tujuan supaya air hujan tidak menyelinap masuk melaui celah lilitan tali
  • Tambahkan tali penguat (rafia) supaya tidak terjadi perubahan posisi titik sambung saat terkena hempasan angin atau terpaan air hujan
  • Ikatlah media tanam pada cabang induk agar tidak goyah
  • Pertautan membutuhkan waktu cukup lama (2-3 bulan, tergantung kecepatan tumbuh kembang tanaman)

D. Perlakuan Hasil Sambungan
  1. Sambungan dapat diturunkan apabila luka sambungan sudah bertautan dengan sempurna, adapun tanda-tanda sambungan yang sudah bertautan di antaranya:
    • Secara fisik dapat dilihat adanya pertautan luka sambungan berupa kambium batang bawah dengan kambium cabang/ranting pohon indukan yang disusukan sudah bertemu rapat dan membentuk kulit baru. 
    • Akar batang bawah sudah tumbuh optimal atau lebih banyak dibanding kondisi akar pada awal penyusuan. 

        2. Pergantian Polybag dan Media Tanam
    • Plastik pembungkus media yang digunakan pada awal penyusuan dibuka dengan hati-hati agar media tanam tidak pecah hancur, apabila media tanam pecah dikhawatirkan menyebabkan akar banyak yang putus.
    • Media tanam diganti dengan bahan yang subur dan gembur. Misalnya campuran tanah humus, sekam matang dan pupuk kandang matang dengan perbandingan 2:1:1 bila musim kemarau, untuk media tanam di musim hujan porositas harus lebih tinggi sehingga perbandingannya 1:1:1. Hal ini bukan patokan, baik campuran bahan maupun perbandingan disesuaikan dengan selera atau kebutuhan serta ketersediaan bahan di lapangan.
    • Sebagian daun dibuang untuk mengurangi penguapan berlebih
    • Pohon hasil susuan diberi tiang penguat agar tidak goyah saat tertiup hembusan angin atau terkena hujan
    • Tempatkan hasil susuan di bawah para-para yang diberi naungan atau di bawah pohon yang cukup rindang sekitar 2-3 minggu.
    • setelah muncul daun baru dan akar sudah menembus bagian dasar polibag maka tanaman bisa dipindah tanam ke lahan atau ditanam di pot.
    • Sebelum ditanam/ditaruh di tempat terbuka, tanaman diletakkan terlebih dahulu di bawah naungan supaya tidak mengalami stres.





DOKUMENTASI FOTO

                                       Kondisi 2 bulan dari turun susuan

 
                                                                         Cabang sepanjang/setinggi 150 Cm 
                                                                         dissmbung susu dengan 4 batang seedling











    



Wednesday, 3 March 2021

Hidroponik Sederhana untuk Pemula


Hidroponik Pipa Paralon 

                                 

Dengan segala kerendahan hati, saya sebagai blogger yang baru mengenal dunia blogging, tidaklah bermaksud untuk menggurui, akan tetapi sekedar berbagi pengalaman pribadi. 

Hidroponik ini saya coba buat dengan skala kecil sekedar untuk kebutuhan rumah tangga, yang merawat tanaman hidroponik kami adalah istri saya, untuk mengisi waktu luang sambil menjaga putri kami.


    Alat dan Bahan
    A. Alat
        1. Golok
        2. Gergaji
        3. Pisau
        4. Meteran
        5. Spidol (kalau ada spidol permanen)

    B. Bahan
        1. Pipa paralon 2,5 Inc 1 lente (4 meter)
        2. Netpot 40 buah (bisa diganti dengan cup minuman atau puding)
        3. Rockwoll (pada kondisi darurat bisa menggunakan sabut kelapa)
        4. Selang diameter 0,5 cm (3 meter)
        5. Ember bekas cat tembok 25 Kg
        6. Bambu ( untuk rangka/tiang)
        7. Nutrsi AB Mix
        8. Air
    

    C. Skema kerangka


    D. Langkah Kerja

           1. Pipa paralon dipotong menjadi 2 bagian sama panjang (@ kurang lebih 2m), tutuplah keempat                ujung paralon dengan alas sandal jepit bekas dengan membentuk lingkaran yang sedikit lebih                besar dari diameter paralon dan rekatkan dengan perekat kuat (ex. Superglue)
           2. Buat lubang pada paralon dengan jarak kurang lebih 10 cm sehingga tiap batang paralon                       memiliki 20 lubang (kesluruhan lubang untuk 1 lente paralon adalah 40 lubang tanam)
           3. Rangka penyangga dibuat sedemikian rupa sehingga hasilnya tampak pada gambar
           4. Tutup ember cat dilubangi sedemikian rupa supaya pompa air galon bisa klop dengan lubang                    yang kita buat
           5. Tempatkan dan rangkai semua bahan yang telah kita siapkan pada tempat yang diingkinkan
           6. Rangkailah selang pemasukan dan pengeluran (pemotongan selang disesuaikan dengan                           kebutuhan)
                *Lubang untuk selang pengeluaran dari paralon tidak dibuat pada bagian dasar paralon, akan                   supaya ada genangan cairan nutrisi tersisa saat kita tidak menyalakan sirkulator
                *Sebelum menggunakan rangkaian dengan larutan nutrisi, tes keamanan alat dengan                                  mengalirkan             air biasa untuk menguji ada tidaknya kebocoran. 
           7. Siapkan larutan nutrisi
               *Baca petunjuk penyiapan nutrisi pada kemasan  
          8. Siapkan larutan nutrisi sesuai kebutuhan, apabila dalam 1 Minggu kebutuhannya hanya 16                      Liter, maka siapkan sebanyak 16 Liter (karena tidak menggunakan TDS,maka hal ini penting                dengan tujuan mempertahankan pH larutan).

    E. Pindah tanam
        
       Sebelum ditanam di perangkat hidroponik, bibit tanaman sebaiknya disemai terlebih dahulu di                nampan atau wadah lainnya. Hal ini bertujuan agar ketika tanaman masuk ke perangkat hidroponik        kondisinya sudah cukup besar, kuat, dan memiliki tajuk yang sedap dipandang mata. Tapi penulis          menyemaikan biji langsung di perangkat hidroponik dengan menggunakan air biasa tanpa nutrisi           AB Mix, setelah kecambah memiliki minimal 1 helai daun barulah menggunakan larutan nutrisi.           Hasil yang diperoleh sama memuaskan hanya saja terkesan lama untuk bisa sedap dipandang mata.
        
    G. Dokumentasi Foto

Pompa dinyalakan minimal 2 kali sehari selama 5-10 menit
(tergantung kebutuhan tanaman dengan mengecek kelembaban Rockwoll)


    
Usia kangkung 1 bulan setelah pindah tanam (sudah bisa dipanen) 

Perakaran banyak dan tampak sehat






Seledri


Kaki - kaki penyangga pipa dibuat dari bambu


Bawang daun usia tanam kurang lebih 3 Minggu

    
    H. Panen
        Tanaman kangkung sudah bisa dipanen pada umur tanam sekitar 30-40 hari. Karena sebatas untuk          kebutuhan sendiri maka teknik panen tidak dicabut beserta akarnya, akan tetapi dipotong dengan             menyisakan 2-3 buku sebagai tempat munculnya calon tunas baru. Hal ini kami maksudkan agar             jarak panen pertama dan panen berikutnya tidak terlalu lama. Lain halnya dengan sistem pertanian         hidroponik skala besar, di mana pembibitan dan panen dilakuka secara terus-menerus atau                      berkesinambungan.




Hasil panen sore ini ( untuk sekali masak)

Bagi sahabat yang minat untuk mencoba bertanam sayur skala kecil secara hidroponik, postingan pertama saya yang sangat sederhana ini diharapkan bisa menjadi alternatif atau solusi.
Bila ada pertanyaan atau saran demi kemajuan bersama silahkan tik di kolom komentar. Tks




Anda juga mungkin tertarik dengan postingan populer kami lainnya:

  
    Pada samcuk tipe Z/N:
    - Kulit bertemu kulit, kambium bertemu kambium, xylem bertemu xylem, floem bertemu floem,              empulur bertemu empulur

    
    OKULASI NANGKA SATU MATA TUNAS
    Jika perbanyakan tanaman nangka anda dengan sambung pucuk sering gagal, maka teknik okulasi          nangka dengan menggunakan satu mata tunas ini layak dicoba.

GUAVA SIDE GRAFTING



CARA SAMBUNG ALPUKAT A. Sekilas Tentang Alpukat Alpukat (Latin: Persea americana ).  Buah Alpukat relatif aman untuk dikonsumsi, bahkan oleh...