Iklan 1

Saturday, 6 March 2021

BELAJAR SAMBUNG SUSU TANAMAN MANGGA/ MANGGO APPROACHING GRAFTING

 SAMBUNG SUSU TANAMAN MANGGA


Pada postingan yang kedua ini saya bermaksud untuk berbagi pengalaman saya tentang teknik SAMBUNG SUSU TANAMAN MANGGA.

Pada sambung susuan, batang atau cabang dari pohon induk yang hendak kita turunkan tidak dipotong langsung seperti halnya pada sambung pucuk, akan tetapi batang bawah dan cabang pohon yang kita siapkan diberi perlakuan sayatan khusus untuk kemudian ditautkan atau direkatkan supaya seiring pertumbuhan kambium kedua permukaan luka hasil sayatan dapat menyatu. Selama proses pertautan, batang bawah mendapat suplai makanan (hasih fotosintesis) dari cabang pohon indukan (menyusu). Setelah pertautan luka menyatu dengan kuat, maka cabang pohon induk yang kita sambung dapat dipotong kira-kira 10 cm dari titik sambungan. Pemotongan bisa dilakukan sekaligus maupun secara berangsur.

Nah, sobat pecinta tanaman buah khususnya Tabulampot yang ingin tanaman kesayangannya cepat berbuah maka salah satu cara mendapatkan bibit yang baik adalah dengan teknik SAMBUNG SUSU.

Bagi para master Perbanyakan tanaman pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah SAMSU, namun bagi para pemula seperti saya SAMSU merupakan hal yang unik dan layak untuk digeluti.

Baik sobat, mari kita mulai pembahasan!

A. Alat

    Alat-alat yang dibutuhkan untuk proses menyambung susu tanaman dapat dilihat pada gambar di            bawah ini :



    1. Pisau yang tajam (bila perlu disterilkan dengan alkohol)

    2. Tali plastik (plastik es atau plastik kemasan minyak goreng curah yang dipotong menyerupai pita)

    3. Kantong pastik minyak (kondisi utuh)

    4. Tali pengikat (rafia atau kain yang lentur dan kuat)


B. Bahan

    1. Batang bawah/rootstock/seedling (bibit dari biji)
    2. Pohon indukan (telah berbuah minimal 3 kali)
    3. Media tanam pengganti  (bahan porous, ringan, bila diperlukan)

C. Langkah kerja
    1. Perlakuan batang bawah


Media tanam yang berat diganti, batang bawah dipotong 
dan disisakan sekitar 15 - 20 cm

    2. Penyambungan
        
        
  • Pilih cabang pada pohon induk yang diameternya hampir sama dengan diameter batang bawah (bila cabang pohon induk terlampau besar maka batang bawah yang disusukan bisa lebih dari 1)
  • Sayat miring batang bawah pada kedua sisi berlawanan (salah satu sayatan dibuat lebih miring dan lebih panjang dibanding sayatan yang lain)
  • Buat sayatan membentuk hhuruf "V" miring terbalik pada cabang pohon induk
  • Selipkan batang bawah yang telah dibentuk pada bukaan batang atas, usahakan bagian cabang pohon induk yang menyerupai lidah menutup luka sayatan pada batang bawah (bagian ini adalah sebagian dari titik penting penyaluran hasil fotosintesis dari daun cabang pohon indukan)
  • Tutup rapat dan lilit titik sambungan dengan tali plastik dimulai dari bawah ke atas kemudian kembali ke bawah (meniru sistem sirap atau genting dengan tujuan supaya air hujan tidak menyelinap masuk melaui celah lilitan tali
  • Tambahkan tali penguat (rafia) supaya tidak terjadi perubahan posisi titik sambung saat terkena hempasan angin atau terpaan air hujan
  • Ikatlah media tanam pada cabang induk agar tidak goyah
  • Pertautan membutuhkan waktu cukup lama (2-3 bulan, tergantung kecepatan tumbuh kembang tanaman)

D. Perlakuan Hasil Sambungan
  1. Sambungan dapat diturunkan apabila luka sambungan sudah bertautan dengan sempurna, adapun tanda-tanda sambungan yang sudah bertautan di antaranya:
    • Secara fisik dapat dilihat adanya pertautan luka sambungan berupa kambium batang bawah dengan kambium cabang/ranting pohon indukan yang disusukan sudah bertemu rapat dan membentuk kulit baru. 
    • Akar batang bawah sudah tumbuh optimal atau lebih banyak dibanding kondisi akar pada awal penyusuan. 

        2. Pergantian Polybag dan Media Tanam
    • Plastik pembungkus media yang digunakan pada awal penyusuan dibuka dengan hati-hati agar media tanam tidak pecah hancur, apabila media tanam pecah dikhawatirkan menyebabkan akar banyak yang putus.
    • Media tanam diganti dengan bahan yang subur dan gembur. Misalnya campuran tanah humus, sekam matang dan pupuk kandang matang dengan perbandingan 2:1:1 bila musim kemarau, untuk media tanam di musim hujan porositas harus lebih tinggi sehingga perbandingannya 1:1:1. Hal ini bukan patokan, baik campuran bahan maupun perbandingan disesuaikan dengan selera atau kebutuhan serta ketersediaan bahan di lapangan.
    • Sebagian daun dibuang untuk mengurangi penguapan berlebih
    • Pohon hasil susuan diberi tiang penguat agar tidak goyah saat tertiup hembusan angin atau terkena hujan
    • Tempatkan hasil susuan di bawah para-para yang diberi naungan atau di bawah pohon yang cukup rindang sekitar 2-3 minggu.
    • setelah muncul daun baru dan akar sudah menembus bagian dasar polibag maka tanaman bisa dipindah tanam ke lahan atau ditanam di pot.
    • Sebelum ditanam/ditaruh di tempat terbuka, tanaman diletakkan terlebih dahulu di bawah naungan supaya tidak mengalami stres.





DOKUMENTASI FOTO

                                       Kondisi 2 bulan dari turun susuan

 
                                                                         Cabang sepanjang/setinggi 150 Cm 
                                                                         dissmbung susu dengan 4 batang seedling











    



No comments:

Post a Comment

Bagi pengunjung yang memilki pertanyaan, silhkan tulis di sini

CARA SAMBUNG ALPUKAT A. Sekilas Tentang Alpukat Alpukat (Latin: Persea americana ).  Buah Alpukat relatif aman untuk dikonsumsi, bahkan oleh...